Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ketika Membaca Sudah Menjadi Kebutuhan, Begini Jadinya

Ada yang menarik dari perbincangan kami dengan Daveena, seorang relawan pengajar dari Inggris yang tengah mengajar kursus bahasa Inggris di tempat kami. Sambil bertanya ngalor-ngidul tentang ini itu, Mujahidul Ashari selaku tour guide-nya menyentil soal kegiatan membaca gadis bule blasteran India-Inggris itu. 

Daveena menjelaskan bahwa sejak kecil ia tidak bisa berpisah dengan buku. Ke mana pun dia pergi harus menenteng buku. Di meja makan ada buku. Sampai-sampai kalau sedang tidur pun harus berteman dengan buku. Tidak jarang ia membuat buku sebagai bantalnya.

Benar saja, di sela-sela perbicangan, kami bisa menyaksikan ia membaca buku yang dibawanya. Ia harus menyelesaikan bacaanya minimal 10 halaman setiap harinya, tutur bule yang sudah keliling 27 negara tersebut.

Wah! keren kan!

Lalu bagaimana dengan kita? Apakah sudah memiliki kebiasaan membaca setiap hari seperti Daveena? 

Kalau belum, mulai sekarang, mari kita coba bangun reading habits. Karena kalau membaca sudah menjadi kebiasaan ia akan berubah menjadi kebutuhan. Dan kalau sudah menjadi kebutuhan, ia akan sulit dilepaskan ke mana dan di mana pun kita berada. Sepertinya halnya yang terjadi pada Daveena.

Ketika membaca sudah menjadi kebutuhan maka ia seperti halnya kebutuhan biologis kita seperti makan dan minum. Ketika suatu hari tidak ada asupan makanan dan minuman di tubuh kita maka kita akan merasa lapar dan dahaga. Begitu pun ketika kita tidak menemukan bahan bacaan maka kita akan berusaha mencarinya sampai kebutuhan bacaan kita terpenuhi.

Post a Comment for " Ketika Membaca Sudah Menjadi Kebutuhan, Begini Jadinya"